Uang memang bukan segalanya, tetapi segalanya perlu uang. Dan makin ke sini, makin terasa uang makin powerful. Banyak orang tak berdaya karena uang. Tetapi banyak yang makin bijak memperlakukannya hingga tak terjajah oleh uang. Mereka tak lagi bekerja untuk uang namun dengan cekatan justru mempekerjakan uang untuk mereka hingga muncul ungkapan: “Money Never Sleeps”.
Seperti apakah praktik “Money Never Sleeps” itu? Sejumlah tokoh berhasil melakukannya sesuai dengan kapasitas dan kesempatan yang mereka dapatkan. Ternyata tak hanya lulusan bisnis dari universitas kelas dunia yang berhasil mempraktikkannya, siapa pun dengan kejelian dan kecakapannya bisa mempraktikkannya. Karena itu tak peduli ia bermodal besar ataupun kecil, pemula atau profesional, jika jeli memandang peluang dan mengembangkannya sesuai tuntutan zaman, ia bisa mengendalikan uang hingga “Money Never Sleeps” bisa berlaku untuknya.
- Heru Karyanto. Pengusaha asal Jawa Tengah ini punya filosofi sederhana dalam menerapkan “Money Never Sleeps”. Ternyata ia berhasil berkat konsep 5L: low investment, low cost, low profit, long term business, dan loyalty. Bagaimana ia mempraktikkannya?
- Novan Andriawan. Anak muda ini menciptakan “mesin” berupa software komputer yang bekerja tanpa henti selama setahun penuh bernama Robot Rich. Robot ini bisa memandu siapa pun untuk menganalisa berbagai hal sebagai panduan investasi di pasar modal. Konon investasi dengan menggunakan Robot Rich bisa untung hingga 1000%.
- Jim Breyer. Kisah sentuhan Midas seorang investor kelas dunia. Dari tangannya Facebook bisa sebesar sekarang.
Simak pula inspirasi luar biasa:
- Hary Tanoesoedibjo. Pengusaha muda ini dikenal sebagai Raja Media dari Indonesia. Ia masuk deretan orang terkaya di Tanah Air. Ia memiliki tiga televisi nasional –RCTI, MNCTV, Global TV– yang menguasai 40% pasar televisi nasional. Selain itu ia juga mengendalikan 26 TV lokal dan puluhan radio, serta sejumlah media lainnya. Secara keseluruhan ia memiliki 50 perusahaan. Tujuh di antaranya dikendalikan langsung olehnya dengan kapitalisasi Rp 80 triliun. Dengan pencapaian itu saat ini ia sedang berada dalam puncak kariernya sebagai pengusaha. Tapi kenapa justru memilih terjun ke politik? Simak wawancara Majalah LuarBiasa dengan Hary Tanoesoedibjo.
Jangan lewatkan pula:
- Success Tips: Melatih Jiwa Menerangi Hati.
- True Story: Gerlinde Kaltenbrunner. Pendaki teladan yang mengutamakan pertemanan ketimbang memburu rekor perempuan pertama yang mencapai 14 puncak gunung tertinggi di dunia.
- Inspirepreneur: Lika-liku di sekitar akuisisi Instagram oleh Facebook yang menghebohkan. Apa sebenarnya yang terjadi?
- Success is My Right: Kekuatan Afirmasi.
- Chinese Wisdom: Jiwa Besar, Rezeki Besar.
- Comic Motivation: Murid si Pematung.
Dapatkan semuanya di Majalah Luar Biasa edisi Mei 2012!





